SAJAK NASEHAT
(R.A. Syukuri Nikmah, M.Si.)
Jangan main jalanan becek
Nanti namamu tercemar
Jangan saling menjauh diri
Karena kita menggenggam sholat
Yang nyuruh bersahabat
TUHAN LAGI SENDIRI
(R.A. Syukuri Nikmah, M.Si.)
Jika aku hengkang kelak
Jangan kalian menata gelisah
Karangan bunga. Rawatlah komputer
Buku-buku, dispenser dan rak baju jangan
Sampai mati
Isyarat yang kuterima dari daun senja
Penaku bergerak ke segala cara
Menabur jala dimana tuhan biasa bersahaja
Wajahnya bergayut dibilik mata
Memantapkan dogma airmata yang
Dicipta sembunyi-sembunyi
Di atap-atap etalase, masjid dan gereja runtuh
Kuhangatkan cuaca dengan bergurau ditepi matahari
Dan di ruang-ruang gelap kutatap mata tuhan yang
Lagi sendiri
Eufoni Hidup
(RA. Syukuri Nikmah, M.Si.)
Hidup itu tak jauh dari secangkir kopi
Ada rasa manis semacam gula
Bercampur pahit dalam bubuk kopi
Rindu itu laksana hidup dipadang pasir
Mengharap setetes air
Untuk mengobati perih dan benih luka
Cinta itu bagai salju turun
Indah dipandang namun kadang
Menabur belasungkawa
Aku hidup diantara cinta dan dosa
Aku rindu ditengah permata dan aura murka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar