Kamis, 30 April 2009

SUARA HATIKU

KETIKA CINTA BERSHALAWAT

(R.A. Syukuri Nikmah)


Selamanya ingin kusaksikan embun pagi

Bergerak melepaskan butiran-butiran rindu

Yang telah selesai kususun lewat mimpi

Andai saja tuhan membongkar jasadku

Pastinya hanya serpihan do’a yang tak henti-henti

Bertasbih; Semoga cinta kita kekal abadi

Denies, adakah yang tahu kenangan kita malam itu

Begitu melekat di garis-garis jendela kamarku

Kadang menangis kadang tertawa memikirkan

Hubungan kita yang selaras dengan cuaca

Shalawat cinta yang kau tempelkan dimataku

Menjadi irama mawar berduri

Setiap shubuh tiba, bunga-bunga itu mengalir

Lewat Handphone T788

Perjalanan sunyi yang kutempuh

Taklagi membawa gelisah, karena cintamu mengasinkan

Muara airmata

Tataplah sisa bintang yang ada, didalamnya dapat kau susuri

Novel-novel tua yang sempat menulis cerita cinta

Sungguh seribu tahun penantianku tengah akrab

Dengan rindumu yang penuh kimia-fisika


SEMIOTIKA PERJALANAN CINTA

(RA. Syukuri Nikmah)


Mudah-mudahan dunia yang kupesan untukmu

Bisa mekar seperti mawar maupun melati

Engkau akan menikmatinya dengan sekuntum sorga

Buanglah masa lalumu dengan keikhlasan

Tak perlu kiranya kau hikmati memoar-memoar tua

Segeralah lupakan mimpi palsumu itu

Karena sesungguhnya putus asa telah

Mewajibkanmu untuk belajar kembali

Bacalah namaku meski dengan kelopak yang terluka

Kemudian berlayarlah dengan perahu yang kubuat

Hingga menemukan benua yang baru

Singgalah disana walau sekedar memainkan oase

Dengan harapan angin yang akan tiba meneduhkan

Sifat dan batinmu

Bila engkau lelah nanti

Bacalah namaku untuk kedua kalinya

Ia akan menghadirkan minuman dan sepotong roti

Untuk menutup cinta yang selalu dihianati

Jika engkau belum juga puas

Bacalah namaku untuk ketiga kalinya

Pasti kuanugrahkan seluruh nadi

Untuk memulyakan kakimu yang lelah menanam gairah cinta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar