KETIKA CINTA BERSHALAWAT
(R.A. Syukuri Nikmah)
Selamanya ingin kusaksikan embun pagi
Bergerak melepaskan butiran-butiran rindu
Yang telah selesai kususun lewat mimpi
Andai saja tuhan membongkar jasadku
Pastinya hanya serpihan do’a yang tak henti-henti
Bertasbih; Semoga cinta kita kekal abadi
Denies, adakah yang tahu kenangan kita malam itu
Begitu melekat di garis-garis jendela kamarku
Kadang menangis kadang tertawa memikirkan
Hubungan kita yang selaras dengan cuaca
Shalawat cinta yang kau tempelkan dimataku
Menjadi irama mawar berduri
Setiap shubuh tiba, bunga-bunga itu mengalir
Lewat Handphone T788
Perjalanan sunyi yang kutempuh
Taklagi membawa gelisah, karena cintamu mengasinkan
Muara airmata
Tataplah sisa bintang yang ada, didalamnya dapat kau susuri
Novel-novel tua yang sempat menulis cerita cinta
Sungguh seribu tahun penantianku tengah akrab
Dengan rindumu yang penuh kimia-fisika
SEMIOTIKA PERJALANAN CINTA
(RA. Syukuri Nikmah)
Mudah-mudahan dunia yang kupesan untukmu
Bisa mekar seperti mawar maupun melati
Engkau akan menikmatinya dengan sekuntum sorga
Buanglah masa lalumu dengan keikhlasan
Tak perlu kiranya kau hikmati memoar-memoar tua
Segeralah lupakan mimpi palsumu itu
Karena sesungguhnya putus asa telah
Mewajibkanmu untuk belajar kembali
Bacalah namaku meski dengan kelopak yang terluka
Kemudian berlayarlah dengan perahu yang kubuat
Hingga menemukan benua yang baru
Singgalah disana walau sekedar memainkan oase
Dengan harapan angin yang akan tiba meneduhkan
Sifat dan batinmu
Bila engkau lelah nanti
Bacalah namaku untuk kedua kalinya
Ia akan menghadirkan minuman dan sepotong roti
Untuk menutup cinta yang selalu dihianati
Jika engkau belum juga puas
Bacalah namaku untuk ketiga kalinya
Pasti kuanugrahkan seluruh nadi
Untuk memulyakan kakimu yang lelah menanam gairah cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar