Selasa, 22 Desember 2009

PUISI TUK IBU



HAPPY MOTHERS DAY

Oleh :

R.A. Syukuri Nikmah, M.Si.



Kau baca jengkal tanganku dengan doa-doamu

Setiap jalan yang kulalui terhampar sajadahmu

Kadang pula terlihat di cakrawala engkau lagi istifar

; ampuni dia, selamatkan dia


Ibu, kau bangun kemerdekaan di atas kenakalanku

Membuat samudra tak lagi asin karna ia takjub

Nan angslub dalam keikhlasanmu

Tak henti-henti kau takwilkan napasku

Kedalam muara hingga asin dan tawar tak ada beda


Ibu, tidakkah kau punya perih yang

Kau simpan di batang benakmu?

Yang kutahu pagi selalu terbit

Dari celah senyummu

Bahkan embun inipun jatuh dari airmata tahajjudmu


Ibu, kalau engkau mati nanti

Kurelakan tulang rusukku jadi batu nisan

Karna rumah yang pertama kali

Kukenal sesungguhnya rahimmu

Happy Mothers Day ...

Thanx for everything that you do for me.. Luv U Mom.."




Sabtu, 10 Oktober 2009

PUISI TUK DOSEN


INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER IN MEMORIAM

(RA. Syukuri Nikmah)


Kehadiran dan kepergianku dari ITS ini tak seorang pun tahu
Juga tak pernah kurancang sendiri
Tetapi kalian begitu tepat dan tabah menata langkahku
Sejalin dengan senyum dan pesona jiwa kalian
Terima kasih Bapak Hamzah…! Terima kasih Ibu Nurul…!
Kalian benar-benar menjadi sorga dalam kealpaanku sebagai
Manusia Madura biasa

Sungguh tak dapat kubayangkan
Kalian telah memberi makna kehadiranku sebagai matahari
Yang tak pernah meleset memaknai cahayanya
Hingga nurani ini tak sudi merangkai kata pisah dari kedermawanan dan kesederhanaan kalian
Dengan apa harus kulunasi keagungan yang begitu sempurna itu
Kecuali untaian maaf dan terima kasih yang sedalam dan selebar-lebarnya

Bapak…, Ibu…!
Aku tahu selama ini kalian selalu bicara kebenaran dan keakuratan
Dan aku yakin segenap yang ada pada kalian adalah kefasihan
Yang senantiasa membanjiri setiap detik revisian Thesisku
Meski akhirnya kita harus berbeda arah: aku ke Madura, kalian di Surabaya
Ikhlaskan bolpen kalian bersamaku
Agar hati ini tak menyimpan luka yang menganga oleh perpisahan
Izinkan pula kusimpan raut rupa Bapak & Ibu diruang hati & buku harianku
Agar tiap saat aku punya kesempatan mengabadikan
Senyum kalian yang seperti bugenvil dan flamboyan itu

Bapak…, Ibu…!
Kalian telah meneteskan semangat ketika aku datang bersama sepotong kabut
Yang menyelimuti seluruh aura tubuhku. Kalian membaca wajahku penuh gelora
Penuh garis-garis perhatian dan kausempurnakan garis-garis itu menjadi;
“Kamu pasti bisa, Nikmah…!”, Ayo Semangat Nikmah…!
Terima kasih atas kebaikan dan kepercayaan yang telah kalian tanam
Bagiku kehadiran kalian laksana kupu-kupu yang melukis hati dengan
Warna sayapnya dan menggendongku terbang menjemput tropi S2

Bapak..., Ibu…!
Kenapa kalian tak pernah lelah menyusun hari-hariku
Malah kalian bangun tubuhku dari bongkahan impian dan keteguhan
Menghadapi gedung-gedung peristiwa
Setiap hari kalian aspal jiwaku dengan huruf-huruf yang teduh
Dan diakhir langkahku di ITS kalian mengatakan padaku: Nikmah, Selamat ya…!
Terima kasih Bapak Hamzah…!
Terima kasih Ibu Nurul…!
Sungguh kasih sayang dan perhatian kalian tak terbatas oleh waktu


Kamis, 30 April 2009

SUARA HATIKU

KETIKA CINTA BERSHALAWAT

(R.A. Syukuri Nikmah)


Selamanya ingin kusaksikan embun pagi

Bergerak melepaskan butiran-butiran rindu

Yang telah selesai kususun lewat mimpi

Andai saja tuhan membongkar jasadku

Pastinya hanya serpihan do’a yang tak henti-henti

Bertasbih; Semoga cinta kita kekal abadi

Denies, adakah yang tahu kenangan kita malam itu

Begitu melekat di garis-garis jendela kamarku

Kadang menangis kadang tertawa memikirkan

Hubungan kita yang selaras dengan cuaca

Shalawat cinta yang kau tempelkan dimataku

Menjadi irama mawar berduri

Setiap shubuh tiba, bunga-bunga itu mengalir

Lewat Handphone T788

Perjalanan sunyi yang kutempuh

Taklagi membawa gelisah, karena cintamu mengasinkan

Muara airmata

Tataplah sisa bintang yang ada, didalamnya dapat kau susuri

Novel-novel tua yang sempat menulis cerita cinta

Sungguh seribu tahun penantianku tengah akrab

Dengan rindumu yang penuh kimia-fisika


SEMIOTIKA PERJALANAN CINTA

(RA. Syukuri Nikmah)


Mudah-mudahan dunia yang kupesan untukmu

Bisa mekar seperti mawar maupun melati

Engkau akan menikmatinya dengan sekuntum sorga

Buanglah masa lalumu dengan keikhlasan

Tak perlu kiranya kau hikmati memoar-memoar tua

Segeralah lupakan mimpi palsumu itu

Karena sesungguhnya putus asa telah

Mewajibkanmu untuk belajar kembali

Bacalah namaku meski dengan kelopak yang terluka

Kemudian berlayarlah dengan perahu yang kubuat

Hingga menemukan benua yang baru

Singgalah disana walau sekedar memainkan oase

Dengan harapan angin yang akan tiba meneduhkan

Sifat dan batinmu

Bila engkau lelah nanti

Bacalah namaku untuk kedua kalinya

Ia akan menghadirkan minuman dan sepotong roti

Untuk menutup cinta yang selalu dihianati

Jika engkau belum juga puas

Bacalah namaku untuk ketiga kalinya

Pasti kuanugrahkan seluruh nadi

Untuk memulyakan kakimu yang lelah menanam gairah cinta